RUKO (RUMAH KONSELING) SAHABAT SUDIRMAN
Tuberkulosis
menjadi salah satu masalah Kesehatan di Kota Gorontalo, salah satunya bisa
terlihat pada penanganan TB di Puskesmas Kota Barat, Berdasarkan data P2 TB
dinas Kesehatan di mana pada tahun 2024 jumlah kasus TB di puskesmas kota barat
50 kasus dan terjadi peningkatan di tahun 2025 menjadi 74 kasus, terjadinya
peningkatan TB disebabkan oleh kurangnya pemahaman Masyarakat, perilaku etika
batuk yang kurang baik, ketidakpatuhan minum obat , lingkungan dan ventilasi
yang buruk dan stigma social, kurangnya pemahaman menciptakan ketakutan
berlebih dan stigma penderita sering merasa malu atau takut dikucilkan,
sehingga memilih untuk menyembunyikan kondisinya dari pada berobat.
Sebagai Solusi atas pemasalahan diatas , dikembangkan inovasi RUKO (Rumah Konseling) Sahabat Sudirman berbasis digital untuk meningkatkan pelayanan konseling bagi pasien yang merasa bergejala TB, serta memonitoring dan mengevaluasi pencegahan dan pengendalian penularan TB dilingkungan Masyarakat.
Dari beberapa invoasi yang
dilaksanakan ini merupakan layanan unggulan Puskesmas Kota Barat RUKO (Rumah
Konseling) Sahabat Sudirman) Sebuah
program layanan kesehatan khusus Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
Tuberculosis dengan melibatkan beberapa tenaga kesehatan , secara terpadu
memberikan layanan pemeriksaan rutin, informasi, dan edukasi.
Klinik, Konseling Gizi dan Konseling
Lingkungan. RUKO (Rumah Konseling)
Sahabat Sudirman ini didirikan pada bulan Mei 2019 dengan motivasi :
-
Menghilangkan deskriminasi terhadap penderita TB, dengan memberikan
pelayanan kesehatan secara paripurna meliputi promotif, preventif, kuratif
dan rehabilitatif tanpa membedakan layanan kesehatan dengan pasien umum
lainnya.
-
Memberikan edukasi dan motivasi kepada penderita TB untuk terus berusaha
tetap produktif berkarya dalam hal apapun selama menjalani pengobatan
seperti salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia Jendral Besar Sudirman dimana semasa hidup beliau
terus berjuang untuk bertahan melawan kuman Tuberculosis
dan melawan penjajahan Belanda untuk memerdekan bangsa.
-
Sebagai salah satu upaya kesehatan untuk memonitoring dan mengevaluasi
program pencegahan dan pengendalian penularan TB di Fasyankes terkait
keselamatan Kerja bagi petugas, pasien dan lingkungan masyarakat diwilayah
kerja Puskesmas Kota Barat.
-
Kemudian
evaluasi dilakukan pada rapat minilokakarya bulanan dan diperoleh hasil bahwa
perlu perluasan sarana untuk penerapan pencegahan dan pengendalian infeksiTB
pada Fasyankes berbasis digital untuk Memperluas
aksesibilitas dan efiseinsi layanan terutama privasi dan kenyamanan pasien
untuk berkonsultasi dan bagi petugas untuk meningkatkan konseling memberikan
ruang yang aman dan nyaman bagi pasien bergejala untuk terbuka mengenai kondisi
kesehatannya, Menghilangkan diskriminasi dalam layanan
kesehatan dan kolaborasi lintas profesi yang terkait sebagai dukungan dan
penguatan intervensi.
- Penerapan: Perluasan sarana untuk penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi TB pada Fasyankes, dilakukan dengan cara mengalihfungsikan Rumah Dinas menjadi RUKO (Rumah Konseling).
-
Kolaborasi lintas profesi dengan membentuk Tim DOTS TB dan ditetapkan
melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan tentang RUKO (Rumah Konseling)
"SAHABAT SUDIRMAN"
-
Pengembangan: Pengembangan inovasi berdasarkan umpan balik dan pengalaman selama
penerapan, maka muncullah inovasi :
1. SeLuLit (Selasa Peduli TB)
sebagai tatalaksana kunjungan rumah (Home Visite) penderita TB
terkonvirmasi BTA+ dan kontak serumah.
2. PELITA (Peduli Lingkungan Penderita) TB inovasi berbasis lingkungan dengan melakukan intervesi persyaratan fisik rumah penderita TB.
3. Ruko (Rumah Konseling) Sahabat Sudirman berbasis digital